Assalamualaikum warahmatullahi
wabarokatu
Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Juri,
serta teman-temanku yang berbahagia.
Puji
syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nya
kita semua dapat berkumpul ditempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat, baik
jasmani maupun rohani. Dalam kesempatan yang baik ini, saya Idora Diah Vitaloka
perwakilan kelas XI Alam 4 akan menyampaikan pidato yang bertema Bahasa Indonesia, bahasa
Nasionalku.
Bahasa
merupakan lambang bunyi yang digunakan
sebagai sarana berkomunikasi oleh manusia dimuka bumi. Hal itu menunjukan
bahasa merupakan salah satu langkah awal dalam melakukan interaksi.
Bahasa
nasional merupakan bahasa pemersatu dalam sebuah negara. Seperti Negara Filipina
yang menggunakan bahasa Tagalog sebagai bahasa nasional mereka, begitu pula
Malaysia yang menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa pemersatu mereka. Kita
sebagai bangsa Indonesia patut berbangga. Mengapa kita patut berbangga? Di
Negara Filipina, bahasa tagalog tidak begitu sering digunakan dalam penerapan
aktivitas sehari-hari oleh masyarakatnya. Sedangkat masyarakat Malaysia lebih
menyukai bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi di baandingkan bahasa
Malaysia. Di Indonesia, bahasa Indonesia dengan mudah kita jumpai seperti
disekolah, dimall, di sebuah komunitas, kantor, dan lain-lain. Meskipun
penggunaan bahasa Indonesia tersebut bukanlah bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Namun, berupa bahasa yang sudah agak dirubah dan dicampur agar terdengar
tidak kaku.
Perubahan
bahasa yang disadari maupun tidak, bisa menimbulkan efek negatif kepada bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Seperti beberapa contoh berikut. Hal ini sering
terjadi pada anak muda sekarang ini pada generasi melenium. Generasi milenium
merupakan generasi yang berlangsung dari tahun 1982 hingga sekarang. Generasi
ini mempunyai rasa nasionalisme yang berkurang akibat era globalisasi. Era
globalisasi yaitu dimana teknologi sudah berkembang secara pesat, membuat batas
antar negara telah hilang. Masuknya budaya baru dari negara asing tanpa
terkontrol, salah satu contohnya bahasa mereka. Generasi melenium secara
sengaja maupun tidak telah mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing
ataupun telah mencampurnya dengan bahasa yang mereka buat sendiri sehingga mereka menganggap bahasatersebut terlihat
lebih keren.
Cara
pikir remaja yang menggap bahwa mempelajari serta mengusai bahasa asing
sangatlah penting untuk kemajuan pada dirinya maupun bangsa. Tujuan tersebut
memang benar, mengingat ilmu pengetahuan yang ada pada beberapa negara asing
lebih maju dibanding negara kita tercinta ini. Namun, disadari maupun tidak
kemampuan menguasai bahasa asing telah membuat remaja terkadang melupakan cara
berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal dengan berbahasa Indonesia
yang baik dan benar, itu menunujukan bahwa kita mencintai bahasa kita, bangsa
kita.
Ancaman juga datang dari dalam negeri kita sendiri. Seperti penggunaan
bahasa daerah yang dicampur dengan bahasa Indonesia. Akan tetapi, pelestarian bahasa
daerah merupakan salah satu budaya kita memang wajib dilakukan. Namun,
penempatan bahasa daerah diwaktu yang kurang pas, bisa menimbulkan kerusakan
pada bahasa Indonesia.
Ancaman
yang paling besar seperti munculnya beberapa bahasa gaul dikalangan remaja,
serta akronim pada masyarakat.
Bukankah
pemuda-pemudi Indonesia telah berjanji dalam sumpah pemuda bahwa akan menjunjung bahasa Indonesia.
Jadi,
kita bisa mencengah penggunaan bahasa Indonesia yang kurang benar dengan
menempatkan bahasa indonesia sebagai bahasa prioritas, serta merasa bangga
dengan bahasa kita. Dengan begitu kita bisa menunjukan rasa nasionalisme kita
pada bangsa Indonesia.
Demikian
pidato yang saya sampaikan, saya meminta maaf bila terdapat kesalahan baik
disengaja maupun tidak sengaja.
Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarokatu
0 komentar:
Posting Komentar